Terkena Santet, Teluh atau Ilmu Hitam Lainnya..? Ini Cara ampuh mengatasi ilmu hitam


Ilmu hitam merupakan ilmu sihir dengan cara mengendalikan alam melalui mistik, paranormal ataupun supranatural. Ada banyak sekali jenisnya di Indonesia mulai dari santet, teluh, letrek, susuk, gendam, pesugihan, dan lain-lain.

Ilmu hitam dulu kerap digunakan untuk menguji kekuatan antar pemilik ilmu hitam.
Terkadang juga menggunakannya untuk menyakiti orang yang tidak disukai. Namun, bisa juga ilmu hitam itu salah alamat kepada orang lain lantaran orang yang dituju mampu menghindarinya.

Nah, untuk itulah kita pun perlu mengerti dan mempelajari mengenai cara mengobati diri jika terkena ilmu hitam. Cara mengobati jika terkena ilmu hitam sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.

A. Mandi dengan air yang telah dicampur daun bidara.

Persiapan: Siapkan 7 daun bidara hijau, dan seember air yang cukup untuk mandi.Caranya:

a. Haluskan daun bidara dengan ditumbuk, dan campurkan ke dalam air yang telah disiapkan.

b. Baca ayat-ayat berikut di dekat air (di luar kamar mandi):

1) Baca ta’awudz: a-‘uudzu billahi minas syaithanir rajiim

2) Ayat kursi (QS. Al-Baqarah: 255)

3) QS. Al-A’raf, dari ayat 117 sampai 122

4) QS. Yunus, dari ayat 79 sampai 82

5) QS. Taha, dari ayat 65 sampai 70

6) Surat Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

c. Minumkan air tersebut di atas 3 kali (bisa gunakan gelas kecil)

d. Gunakan sisanya untuk mandi.

e. Cara seperti ini bisa dilakukan beberapa kali, sampai pengaruh sihirnya hilang.

(Metode ini disebutkan oleh Dr. Said bin Ali bin Wahf al-Qohthani dalam buku beliau Ad-Dua wa Yalihi Al-Ilaj bi Ar-Ruqa, Hal. 35)

B. Membaca beberapa ayat alquran kemudian ditiupkan

Caranya:

1. Baca surat Al-Fatihah, ayat kursi, dua ayat terakhir surat Al-Baqarah, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.

2. Ulangi sebanyak 3 kali atau lebih

3. Baca ayat di atas, sampil ditiupkan dan diusapkan ke bagian tubuh yang sakit.

4. Baca doa: “Dengan nama Allah, aku meruqyahmu dari segala yang menyakitkanmu, dan dari kejahatan setiap diri atau dari pandangan mata yang penuh kedengkian, semoga Allah menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku meruqyahmu.” Bacaan ini hendaknya diulang tiga kali.

Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga sikap, perbuatan dan perkataan agar tidak menyinggung perasaan orang lain. Serta melindungi diri dengan amal ibadah sesuai ajaran agama.

close